Oleh: Lailan F. Saidina *
Di tengah derasnya perubahan zaman, pembelajaran tidak cukup lagi diartikan hanya memindahkan pengetahuan dari kepala (memori) guru ke kepala (memori) murid. Ruang kelas hari ini membutuhkan sesuatu yang jauh lebih dalam, yakni komunikasi pembelajaran yang mampu menjangkau hati, membangunkan kesadaran,...
Oleh: Lindawati M. Arsyad *
Dilema ibu bekerja adalah realitas yang tidak sederhana. Di satu sisi, ada tuntutan ekonomi keluarga yang kadang tidak bisa sepenuhnya ditopang oleh suami. Di sisi lain, ada tanggung jawab pengasuhan yang begitu besar terhadap anak. Dalam kondisi ini, banyak ibu...
Oleh: Tgk. Martunis A. Jalil, S.H.
Aceh merupakan daerah yang memiliki kekhususan dalam pelaksanaan syariat Islam di Indonesia. Namun, keberhasilan sebuah daerah syariat sejatinya tidak hanya diukur dari keberadaan regulasi atau simbol-simbol keagamaan semata, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang mengelola ruang-ruang pelayanan agama...
Oleh : Lailan F. Saidina *
Dua puluh tahun silam, tepatnya saat awal saya tertarik dengan dunia pengajaran, saya pernah punya kelas yang ya, berjalan. Tidak buruk, tapi juga tidak benar-benar hidup. Saya menjelaskan, peserta mencatat. Saya bertanya, mereka menjawab singkat, aman, atau sekedar mengangguk...
Catatan : Lailan F. Saidina
Dalam banyak pidatonya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memperlihatkan pola komunikasi khas yang tenang dan meneduhkan. Ini dapat disebut sebagai “terapeutik ideologis”, yakni gaya bertutur yang tidak semata-mata menyampaikan instruksi politik, tetapi membangun rasa aman psikologis, solidaritas emosional, dan makna kolektif.
Ada...
Dalam setiap perdebatan, kita sering merasa sedang memperjuangkan kebenaran. Suara meninggi, argumen disusun rapi, data dikeluarkan, dalil dikutip. Targetnya satu, dengan ego ingin menang. Namun sadarkah kita, diam-diam ada sesuatu yang jauh lebih berharga justru sering hilang saat kita berdebat, yaitu kemampuan mendengar untuk...