
JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE — Majlis Taklim Muslimah Insan Cita (MTMIC) menggelar kegiatan halal bihalal pada Jumat, 10 April 2026, di Aula Gedung Insan Cita, Lhokseumawe. Mengusung tema “Dari Rumah Menuju Syurga”, acara ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sakinah.
Kegiatan ini dihadiri puluhan jamaah muslimah dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pendidik, aktivis perempuan hingga tokoh masyarakat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak sejak awal acara.
Dalam tausiahnya, Ustazah Ummi Wahyuni selaku pengasuh MTMIC menekankan pentingnya peran rumah sebagai madrasah pertama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Ia menyampaikan bahwa kebahagiaan dan keberkahan dalam rumah tangga tidak hanya diukur dari materi, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai keislaman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Rumah adalah pintu awal menuju syurga. Ketika seorang ibu mampu menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan pendidikan iman di dalam rumahnya, maka di situlah jalan menuju syurga mulai terbuka,” ujar Ummi Wahyuni. Ia juga mengajak para jamaah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menjaga keharmonisan keluarga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Sementara itu, penggagas MTMIC, Lindawati, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperluas peran majlis taklim dalam membina masyarakat.
“Melalui MTMIC, kami ingin menghadirkan ruang belajar dan berbagi bagi para muslimah agar semakin berdaya, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat. Tema tahun ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari rumah,” ungkap Lindawati, yang juga Presidium Forhati Daerah Lhokseumawe.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan jamaah yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Forhati Daerah Lhokseumawe yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan, mencerminkan semangat Idul Fitri yang penuh keikhlasan. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan spiritual dan penguatan silaturahmi di kalangan muslimah. (*)











