25.9 C
Banda Aceh
BerandaEdukasiTandaseru Indonesia Lakukan Psychosocial Support Untuk Ratusan Penyintas Anak Di Aceh Utara

Tandaseru Indonesia Lakukan Psychosocial Support Untuk Ratusan Penyintas Anak Di Aceh Utara


JALANTENGAH I ACEH UTARA — Lembaga psikologi dan training development Tandaseru Indonesia memberikan dukungan psikososial (psychosocial support) bagi ratusan anak penyintas bencana di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berlangsung di Camp Pengungsi Kuala Cangkoi, Lapang dan Blang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Ahad (4/1/2026). Kegiatan yang dirancang secara berkelanjutan ini difasilitasi oleh relawan psikososial Tandaseru Community.

Program pendampingan ini menyasar anak-anak dan remaja yang terdampak bencana, dengan fokus pemulihan kondisi psikologis pasca kejadian sekaligus menghadirkan ruang aman untuk belajar dan bermain. Sejak pagi, tenda kegiatan dipenuhi anak-anak yang mengikuti sesi bermain terapeutik, bercerita, menggambar, hingga pembelajaran darurat yang dirancang untuk memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar.

Tokoh warga setempat, Dr. Abdullah, menyambut baik kehadiran Tandaseru Indonesia. Sejumlah orang tua mengaku terharu atas perhatian yang diberikan terhadap aspek psikologis anak-anak mereka, yang selama ini kerap luput dari penanganan darurat.

“Anak-anak jadi lebih ceria dan berani berinteraksi. Kami merasa diperhatikan, bukan hanya soal bantuan fisik,” ujar Makjah, salah satu orang tua penyintas di Lapang.

Founder Tandaseru Indonesia, Lailan Fajri Saidina, menegaskan bahwa dukungan psikososial dan trauma healing merupakan kebutuhan mendesak pascabencana, terutama bagi anak dan remaja. “Pemulihan tidak hanya soal hunian dan logistik. Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan emosi, kembali belajar, dan membangun harapan. Program ini kami rancang agar mereka kembali merasa aman dan berdaya,” ujarnya.

Lailan menambahkan, program psychosocial support ini akan berlangsung selama satu hingga tiga bulan ke depan, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi Tandaseru Indonesia dan Laziskahmi, dengan melibatkan relawan terlatih di bidang psikososial dan pendidikan darurat.

Selain pendampingan emosional, rangkaian kegiatan juga mencakup pembelajaran darurat bagi anak dan remaja agar proses belajar tetap berjalan di tengah keterbatasan. “Kami berharap intervensi ini dapat mencegah dampak psikologis jangka panjang serta menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak penyintas,” kata Lailan.

Pemerintah gampong dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut hingga fase pemulihan selesai. Dengan dukungan lintas pihak, pendampingan psikososial ini diharapkan menjadi fondasi pemulihan yang lebih menyeluruh bagi penyintas bencana di Aceh Utara maupun semua daerah terdampak.

Selain di Aceh Utara, sebelumnya program serupa juga telah dilakukan Tandaseru Indonesia bekerjasama dengan Laziskahmi di daerah bencana Aceh Tamiang, dengan tema “bersama pulih bersama bangkit”. (*)

Sponsor

explore more