25.9 C
Banda Aceh
BerandaKampusianaKPIC UICI Gelar Pleno Tengah, Tegaskan Arah Gerak Organisasi

KPIC UICI Gelar Pleno Tengah, Tegaskan Arah Gerak Organisasi

JALANTENGAH.CO I JAKARTA – Pengurus Student Union Kajian Perempuan Insan Cita (KPIC) Universitas Insan Cita Indonesia atau UICI menggelar Pleno Tengah secara virtual untuk mengevaluasi perjalanan organisasi tersebut, Sabtu malam (28/6/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai ruang reflektif, evaluatif, sekaligus penguatan arah gerak organisasi dengan mengusung tema “Satu Rasa, Satu Cita: Aksentuasi Pleno Tengah sebagai Langkah Progresif Menuju KPIC yang Berdaya dan Berdampak.”

Mega Waty, S.Psi., M.I.Kom, Kepala Divisi Kemahasiswaan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menyampaikan apresiasi atas konsistensi KPIC di tengah tantangan forum secara daring.

Menurutnya KPIC telah menunjukkan konsistensi luar biasa dari awal pembentukan hingga saat ini. Program-programnya berjalan dengan baik dan tetap sejalan dengan visi dan misi organisasi.

“Meskipun ditengah tantangan dunia maya yang tidak bisa dianggap remeh, namun KPIC tidak pernah pasif,” ujar Mega.

Lanjut Mega, rasa lelah atau semangat musiman itu manusiawi, tapi tak boleh dibiarkan berlarut. KPIC tidak bisa bergerak sendiri. Justru kekuatan organisasi ini ada pada teman-teman yang memilih untuk terus hadir, berpikir, dan bergerak bersama.

Sementara itu, Ketua KPIC, Nurlatifah Usman, menjelaskan bahwa Pleno Tengah adalah forum strategis, bukan sekadar agenda rutin. “Forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang evaluatif dan reflektif yang menjadi nadi dari gerakan kita”, sebutnya.

Katanya, dengan tema yang kita usung tahun ini, pengurus diajak menyelaraskan semangat dan langkah bersama. Perjuangan perempuan tidak bisa dijalankan secara individu, tapi harus dipandu oleh rasa dan cita kolektif.

Menurutnya, keberdayaan dan dampak tidak hanya lahir dari banyaknya program, tetapi juga dari kesadaran bersama terhadap nilai keadilan dan kesetaraan. “Pleno ini adalah momentum penting untuk menguji kembali apakah kita sudah berakar pada realitas? apakah langkah kita sudah menjawab kegelisahan perempuan hari ini?”, lanjut Nurlatifah mempertanyakan.

Lebih lanjut ia mengajak seluruh anggota untuk menjadikan pleno ini bukan hanya forum laporan, tetapi ruang perjumpaan ide, kritik, dan saran yang membangun.

Pleno Tengah Kajian Perempuan Insan Cita ini menjadi pengingat bahwa gerakan perempuan harus terus dirawat dengan semangat kolektif, keberanian untuk merefleksi, dan komitmen untuk terus bergerak meski ruangnya digital, dampaknya tetap harus terasa nyata. (*)

Sponsor

explore more