Home News Penantian 23 Tahun Terbayar Malam Ini, Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional

Penantian 23 Tahun Terbayar Malam Ini, Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE bersama Kadis Syariat Islam yang juga ketua kafilah Aceh pada penutupan MTQN XXXI, 19/9/2026. (Foto: dsi aceh)

JALANTENGAH I SEMARANG – Penantian panjang selama 23 tahun akhirnya terbayar. Kafilah Aceh kembali menempati jajaran lima besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional setelah meraih peringkat keempat nasional pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Hasil tersebut diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI, Prof. Syibli Syarjaya, pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (19/9/2026).

Pengumuman itu langsung disambut haru oleh seluruh rombongan Kafilah Aceh yang mengikuti rangkaian penutupan. Ketua Kafilah Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengatakan dirinya bersama peserta, pelatih dan seluruh tim terharu ketika mendengar Aceh diumumkan berada di posisi keempat.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE turut membersamai dan merasakan kebahagiaan kafilah Aceh setelah diumumkan peringkat empat nasional. (Foto: dsi aceh)

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bahagia. Saat mendengar Aceh berada di peringkat keempat, saya bersama anak-anak, para pelatih dan seluruh tim benar-benar terharu. Perjuangan panjang, kerja keras dan doa semuanya terbayar hari ini. Ini menjadi kebanggaan untuk Aceh,” ujar Misran.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari perjuangan seluruh unsur Kafilah Aceh yang telah mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional.

“Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Para pelatih bekerja keras, official dan seluruh tim juga memberikan dukungan penuh. Hasil ini adalah buah perjuangan bersama,” katanya.

Kebahagiaan tersebut turut dirasakan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, yang hadir langsung pada acara penutupan. Sebelum menghadiri penutupan, Fadhlullah juga menyambangi pemondokan Kafilah Aceh di Ibis Styles Simpang Lima Semarang dan bertemu dengan peserta, pelatih, official serta pembina.

“Kita bangga. Alhamdulillah, perjuangan anak-anak membuahkan hasil dan membawa nama baik Aceh. Ini menjadi motivasi untuk pembinaan ke depan,” ujar Fadhlullah.

Misran menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kafilah Aceh.

Di balik peringkat keempat tersebut, Aceh membawa pulang 10 gelar juara nasional dari berbagai cabang dan golongan. Empat di antaranya merupakan Juara I, yakni Fahmil Qur’an Putri, Radhi Ukhrawi pada Tilawah Remaja Putra, Mauliza Juliantika pada Tafsir Bahasa Indonesia Putri, serta Raisya Annazira pada Tahfizh 30 Juz Putri.

Selanjutnya, Aceh meraih empat gelar Juara II, masing-masing melalui Syarhil Qur’an Putra, Habibul Hamiz pada Tilawah Anak Putra, Zamil Ghifari pada Murattal Remaja Putra, serta Aqmarina Asarah pada Tafsir Bahasa Inggris Putri.

Sementara Juara III diraih Qaisal Ridha pada Kaligrafi Digital dan Ahmad Sa’ad Muayyad pada Tafsir Bahasa Inggris Putra.

Selain 10 gelar juara tersebut, Kafilah Aceh juga memperoleh 12 predikat juara harapan, yakni Tilawah Remaja Putri Harapan II, Tahfizh 1 Juz Putri Harapan II, Tahfizh 5 Juz Putri Harapan I, Syarhil Qur’an Putri Harapan I, Khat Naskah Putra Harapan I.

Selanjutnya Khat Hiasan Mushaf Putri Harapan III, Khat Kontemporer Putra Harapan I, Khat Kontemporer Putri Harapan III, KTIQ Putra Harapan II, Tunet Putra Harapan II, serta Qira’at Mujawwad Putri Harapan I, dan Fahmil Qur’an Putra Harapan III.

Deretan prestasi tersebut turut mengangkat posisi Aceh hingga berada di peringkat keempat nasional. Capaian ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Aceh untuk kembali masuk jajaran empat besar MTQ Nasional setelah terakhir kali mencapainya pada MTQ Nasional 2003.

Hasil di Semarang juga menjadi peningkatan dibandingkan MTQ Nasional XXX 2024 di Samarinda, ketika itu Aceh berada di peringkat ke-12 nasional.

Bagi Misran dan pemerintah Aceh, capaian tersebut bukan menjadi akhir, melainkan pijakan baru untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di provinsi Aceh.

“Kita tidak boleh berhenti di sini. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan, mengevaluasi kekurangan dan mempersiapkan generasi terbaik Aceh untuk MTQ berikutnya,” ujarnya.

MTQ Nasional XXXI 2026 ditutup oleh Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (19/9/2026).

Bagi Aceh, malam penutupan tersebut menjadi momentum penuh haru. Setelah 23 tahun menanti, Aceh kembali berdiri di empat besar MTQ Nasional, dengan torehan 10 gelar juara dan 11 predikat juara harapan. (*)

Exit mobile version