Home News Lailan F. Saidina Latih Kepemimpinan Visioner dan Transformatif Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

Lailan F. Saidina Latih Kepemimpinan Visioner dan Transformatif Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

0
Lailan F. Saidina foto bersama peserta pelatihan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, di Rindam IM, Aceh Besar, 25-26 Juli 2026.. (Foto: jalantengah)

JALANTENGAH I BANDA ACEH – Pendiri Lembaga Psikologi dan Training Tandaseru Indonesia, Lailan F. Saidina, menjadi fasilitator dalam pelatihan Kepemimpinan Visioner dan Transformatif berbasis talent DNA bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diselenggarakan di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, pada 25–26 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Pelatihan tersebut diikuti puluhan ribu peserta SPPI di seluruh Indonesia, dengan tujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai daerah.

Melalui pendekatan psikologi, experiential learning, serta simulasi kepemimpinan, peserta dibekali keterampilan membangun visi, memimpin perubahan, meningkatkan kolaborasi, dan mengambil keputusan secara efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional, khususnya sebagai calon manajer KDKMP.

Dalam materinya, Lailan F. Saidina menegaskan bahwa kepemimpinan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan karakter, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menciptakan perubahan.

“Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu membangun visi yang jelas, menginspirasi orang lain, dan mentransformasikan tantangan menjadi peluang. Kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan kemampuan memberi pengaruh positif dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Lailan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki orientasi pelayanan, mampu bekerja lintas sektor, serta memiliki integritas tinggi sekaligus jiwa kewirausahaan untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, refleksi, hingga simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta dalam menghadapi dinamika organisasi maupun masyarakat saat bertugas sebagai manajer Kopdes Merah Putih nantinya.

Menjawab tantangan kepemimpinan masa kini,
Lailan F. Saidina menjelaskan bahwa pemimpin saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

“Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan sosial yang cepat, ketidakpastian ekonomi global, menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu membangun kepercayaan publik”, kata Lailan.

Selain itu, pemimpin juga dituntut memiliki kemampuan mengelola perubahan, mengambil keputusan berbasis data, serta menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan transformatif menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam menghadapi era disrupsi karena berfokus pada pengembangan manusia, pemberdayaan tim, serta penciptaan budaya organisasi yang terus belajar dan berinovasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta SPPI mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi mendukung percepatan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Exit mobile version