JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Momen pulang kampung dimanfaatkan konten kreator sukses Cut Anggi Dwi Geubrina untuk bersilaturahmi dengan para sahabat lamanya dalam sebuah mini reunion Ladies Alumni Tandaseru Indonesia. Pertemuan inspiratif tersebut berlangsung secara santai di salah satu kafe di Kota Lhokseumawe, Jumat (17/7/2026).
Mini reunion yang berlangsung penuh keakraban ini merupakan kegiatan spontanitas yang diprakarsai oleh Cut Erni Yusnidar. Selain Cut Anggi yang saat ini menetap di pulau dewata Bali, hadir pula sejumlah alumni Tandaseru Indonesia lainnya, yakni Rika Dwita, Moli Najwa, Miftahul Jannah, Aisyah Ais, dan Icut.
Mereka merupakan alumni Program Sekolah Kepribadian Tandaseru Indonesia (PSKT), Menjadi Pengajar Perubahan (MPP) sekaligus aktivis Gerakan Pengajar Perubahan yang sangat aktif berkontribusi dan berkarya dalam komunitas TILC (Tandaseru Learning Community) dimasanya.

Kebersamaan yang pernah terjalin dalam berbagai kegiatan pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat menjadi alasan kuat bagi sahabatseru ini untuk terus menjaga tali silaturahmi meski telah menempuh perjalanan karier masing-masing.
Dalam suasana penuh canda dan nostalgia, para alumni yang diberi nama “ladies tandaseru indonesia” saling berbagi cerita mengenai aktivitas, keluarga, hingga perjalanan profesi masing-masing.
“Pertemuan inspiratif ini menjadi bukti bahwa ikatan yang dibangun melalui proses belajar mengembangkan diri dan pengabdian di Tandaseru Indonesia tetap terjaga meski telah bertahun-tahun berlalu”, sebut Cut Erni bangga.
Founder Tandaseru Indonesia, Lailan F. Saidina, mengaku turut berbahagia dan terharu mendapat kabar para sahabat belajarnya masih menjaga komunikasi dan rasa kekeluargaan.
Lailan berharap momen seperti ini terus menjadi ruang untuk saling menginspirasi tertutama bagi genZ untuk mengoptimalkan potensi dirinya, selain untuk silaturahmi, saling menguatkan, serta mempererat kolaborasi antar sesama alumni.
“Nilai-nilai belajar optimakan potensi diri, bertumbuh, dan memberi manfaat yang pernah dibangun di Tandaseru Indonesia semoga terus hidup dalam setiap langkah para alumni program dan keluarganya,” harap Lailan.
Mini reunion tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol bahwa semangat kebersamaan alumni Tandaseru Indonesia tetap tumbuh, meski masing-masing kini berkarya di berbagai bidang. Salam potensi ! (*)