Home News Dinilai Jadi Role Model Gerakan Kemanusiaan Alumni HMI, Edi Fadhil Apresiasi LAZISKAHMI

Dinilai Jadi Role Model Gerakan Kemanusiaan Alumni HMI, Edi Fadhil Apresiasi LAZISKAHMI

0
Inisiator Cet Langet, Edi Fadhil optimis Laziskahmi Lhokseumawe jadi role model gerakan kemanusiaan alumni HMI. (Foto: dok. Edi)

JALANTENGAH I BANDA ACEH – Pegiat sosial Aceh dengan brand “Cet Langet”, Edi Fadhil, mengapresiasi kiprah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Kahmi (Laziskahmi) Lhokseumawe yang dinilainya telah menghadirkan aksi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya pembangunan rumah layak huni melalui program Baiti Jannati bagi keluarga fakir di Aceh.

Menurut Edi, kehadiran Laziskahmi menunjukkan bahwa alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau anggota KAHMI tidak hanya dapat berkontribusi dalam tataran pemikiran dan wacana, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret yang langsung dirasakan masyarakat grassroot.

“Insya Allah Laziskahmi akan menjadi model pemberdayaan umat. Pelan tapi pasti. Tinggal menunggu momentum bertemu mitra yang tepat agar inisiatif yang sudah dijalankan berkembang lebih besar dan berdampak luas,” ujar Edi Fadhil optimis, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai langkah Laziskahmi dapat menjadi role model bagi alumni HMI maupun anggota KAHMI secara nasional dalam mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT melalui tindakan nyata.

“Gerakan seperti ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab sosial tidak cukup berhenti pada konsep dan gagasan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah aksi riil. Program pembangunan rumah layak huni bagi fakir merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai keislaman diwujudkan dalam bentuk pelayanan kepada umat,” katanya.

Menurut Edi Fadhil, selain memperkuat kepercayaan dengan jaringan alumni HMI yang memiliki potensi besar di sektor zakat, infak dan sedekah, selanjutnya Laziskahmi perlu mengembangkan jaringan dan kemitraan strategis dengan lembaga lembaga lain melalui kolaborasi program kemanusiaan.

Sejak berdiri pada 2021, Laziskahmi Lhokseumawe telah membangun tiga unit rumah layak huni bagi keluarga yatim dan fakir di Aceh. Dua rumah layak huni dibangun dengan donasi, zakat, infak dan sedekah yang dari alumni dan kader HMI, sedangkan satu lagi hasil kolaborasi (patungan donasi) dengan yayasan Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Lhokseumawe.

Salah satu rumah layak huni (rumah ketiga) yang tengah dibangun Laziskahmi lewat program baiti jannati “alumni bantu alumni” di Aceh Utara dari donasi alumni dan kader HMI. (Foto: jalantengah

Lailan Fajri Saidina, inisiator Laziskahmi, mengatakan bahwa lembaga yang digagasnya sejak awal memang diarahkan menjadi wadah kolaborasi bagi alumni HMI, kader, dan masyarakat luas untuk menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

“Kami meyakini bahwa dakwah sosial harus diwujudkan dalam aksi yang langsung dirasakan masyarakat. Program rumah layak huni baiti jannati hanyalah salah satu ikhtiar untuk menghadirkan keberpihakan kepada kaum papa secara konkrit,” ujar Lailan.

Ia berharap Laziskahmi terus tumbuh lewat dukungan semua alumni dan kader HMI seluruh Indonesia sebagai gerakan filantropi yang profesional, amanah, dan terbuka terhadap sinergi dengan berbagai kalangan, sehingga semakin banyak program pemberdayaan masyarakat yang dapat diwujudkan di Aceh maupun daerah lainnya.

Untuk diketahui, selain baiti jannati, Laziskahmi juga memiliki sejumlah program lainnya yang telah berjalan, diantaranya beasiswa peluk yatim insan cita, bunda tangguh, baper HMI, tanggap darurat bencana (taruna), tabacita dan lain-lain. Semua program kemanusiaan tersebut dibiayai dari zakat, infak dan sedekah alumni maupun para dermawan lainnya. (*)

Exit mobile version