Home News PERTUNI Butuh Perhatian Pemerintah, Minta Sediakan Tempat Praktek Bersama

PERTUNI Butuh Perhatian Pemerintah, Minta Sediakan Tempat Praktek Bersama

0
Humas PERTUNI Kota Lhokseumawe, Mukhsin, harapkan pemerintah sediakan tempat praktek bersama anggota Pertuni. (Foto: jalantengah)

JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Perhimpunan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Cabang Lhokseumawe berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas netra, khususnya dalam bentuk dukungan penyediaan panti pijat tempat praktek bersama, sebagai tempat pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Mukhsin, Humas PERTUNI Cabang Lhokseumawe, kepada media Jalantengah mengatakan bahwa hingga saat ini anggota PERTUNI masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan mengandalkan kemampuan yang dimiliki, salah satunya sebagai terapis pijat, namun terkendala dengan tempat praktek.

“Setiap hari saya mangkal di Masjid Darussalam untuk menawarkan jasa pijat kepada masyarakat. Dari hasil pijat itulah saya menghidupi keluarga,” ujar Mukhsin.

Namun, kata Muksin, tidak setiap hari ada pasien yang datang menggunakan jasanya. Bahkan, ketika tidak memperoleh pelanggan, dirinya terpaksa meminta bantuan kepada jamaah masjid sekadar untuk ongkos pulang ke rumah.

“Kami tidak meminta belas kasihan. Kami hanya berharap ada perhatian dari pemerintah kota agar penyandang tuna netra memiliki kesempatan untuk mandiri. Salah satunya dengan penyediaan tempat praktek bersama tanpa harus sewa”, katanya.

Menurut Mukhsin, saat ini ada sekitar 8-10 anggota Pertuni Lhokseumawe. Karenanya keberadaan panti atau pusat pemberdayaan akan menjadi wadah bagi penyandang tuna netra untuk mengembangkan keterampilan, dan membuka peluang usaha sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain.

PERTUNI Cabang Lhokseumawe berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan nyata melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan ketrampilan maupun bantuan modal usaha bagi penyandang disabilitas netra agar mereka dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera. (*)

Exit mobile version