28.2 C
Banda Aceh
BerandaNewsSambut Tahun Ajaran Baru, LAZISKAHMI dan FORHATI Salurkan Beasiswa Peluk Yatim Insan...

Sambut Tahun Ajaran Baru, LAZISKAHMI dan FORHATI Salurkan Beasiswa Peluk Yatim Insan Cita

JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Senyum malu-malu terpancar dari wajah sejumlah anak yatim asuh yang memenuhi Kantor Laziskahmi di Mon Geudong, Ahad (14/6/2026). Satu per satu mereka menerima tas sekolah baru, buku tulis, perlengkapan belajar, serta uang tunai yang diserahkan langsung oleh presidium FORHATI, Lindawati dan Ita Afrina.

Bagi anak-anak yatim asuh Laziskahmi, bantuan itu bukan sekadar paket pendidikan, melainkan tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri setelah kehilangan sosok ayahnya.

Melalui program Beasiswa Peluk Yatim Insan Cita, Laziskahmi kembali menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim ideologis KAHMI, yakni anak kandung dari alumni HMI. Program yang telah berjalan selama enam tahun ini menjadi bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan terhadap yatim asuh Laziskahmi.

Suasana haru tampak menyelimuti kegiatan tersebut. Para penerima manfaat hadir di dampingi ibu mereka. Di tengah kesederhanaan acara, terlihat keakraban antara pengurus Laziskahmi dan FORHATI dengan keluarga penerima manfaat yang selama ini menjadi bagian dari program pendampingan.

Ketua Laziskahmi, Abdul Rahman Muis, ST, M.Eng, mengatakan bahwa program Beasiswa Peluk Yatim Insan Cita lahir dari semangat persaudaraan dan tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak alumni HMI yang telah kehilangan ayah tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan pendidikan yang layak.

“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, yang ingin kami hadirkan adalah rasa dipeluk, ditemani, dan diperhatikan. Anak-anak ini adalah amanah kita bersama. Mereka merupakan bagian dari keluarga besar Insan Cita yang harus terus didampingi agar tetap memiliki harapan dan masa depan yang baik,” ujar Rahman Muis.

Ia menjelaskan, selama enam tahun berjalan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pendidikan, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang erat antara anak yatim asuh Laziskahmi dan keluarga besar KAHMI.

Raja, putra dari almarhum Khalil Syakbi, salah satu yatim asuh Laziskahmi tersenyum bahagia usai menerima beasiswa. (Foto: jalantengah)

Di antara para orang tua yatim yang hadir, Juliana, salah seorang ibunda yatim penerima manfaat, terlihat tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, Juli mengaku bersyukur atas perhatian yang terus diberikan Laziskahmi kepada anaknya.

“Sejak suami meninggal (Tgk Don: red), perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya bantuan tas, buku tulis, atau uang yang kami terima, tetapi juga rasa bahwa kami tidak ditinggalkan. Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada Laziskahmi serta FORHATI sebagai donatur,” ungkap Juliana terisak.

Bagi anak-anak penerima manfaat, tas baru dan perlengkapan sekolah yang mereka bawa pulang hari ini menjadi simbol harapan baru untuk menatap tahun ajaran mendatang. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, tersimpan pesan bahwa kehilangan seorang ayah tidak boleh memutus cita-cita mereka.

Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, Program Beasiswa Peluk Yatim Insan Cita terus menjadi salah satu program unggulan Laziskahmi dalam merawat ikatan persaudaraan di lingkungan KAHMI. Melalui dukungan para donatur dan alumni HMI, Laziskahmi berharap semakin banyak anak yatim ideologis yang dapat didampingi hingga tumbuh menjadi generasi penerus yang mandiri, berilmu, dan berakhlak mulia.

Untuk diketahui, beasiswa peluk yatim insan cita yang disalurkan hari ini merupakan donasi sepenuhnya dari alumni HMI-wati (FORHATI) daerah Lhokseumawe yang dihimpun dari anggota arisan rutin FORHATI setiap bulannya dan disalurkan melalui Laziskahmi.

Di ruang kecil bagian gedung HMI yang dijadikan kantor Laziskahmi kawasan Mon Geudong Lhokseumawe, school kit dan uang tunai “peluk yatim” telah berpindah tangan hanya dalam hitungan menit. Namun, bagi anak-anak yatim asuh yang menerimanya, perhatian dan kasih sayang yang menyertainya akan tinggal jauh lebih lama di hati dan kehidupan mereka. (*)

Sponsor

explore more