JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Sebanyak 54 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti pelatihan public speaking yang diselenggarakan Manajemen Sekolah Sukma Bangsa di meeting room sekolah setempat, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan diri para peserta dalam menjalankan peran mereka sebagai pengurus OSIS.
Pelatihan bertajuk “Speak to Lead: Public Speaking for OSIS Leader” tersebut menghadirkan trainer certified BNSP Lailan F. Saidina bersama tim mentor Softskill Academy, Mulya Ilyas dan Sagita Nova. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik berbicara di depan umum, penyusunan pesan yang efektif, pengelolaan rasa gugup, komunikasi persuasif, hingga praktik presentasi dan diskusi kelompok.

Pelatihan yang di desain dengan komposisi 20% teori, 20% demontrasi dan 60% praktek ini sangat menyita antusiasme peserta. Para peserta terlihat aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan mengikuti setiap sesi praktik yang diberikan oleh tim mentor softskill academy.
Salah seorang peserta, Zafran, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan skill baru selama pelatihan. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab pengurus OSIS.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, saya jadi lebih memahami cara menyampaikan pendapat dengan baik, terstruktur dan tidak mudah gugup saat presentasi,” katanya.

Senada dengan Zafran, Sultan Fatih Muhammad, menilai metode pelatihan yang interaktif membuat materi lebih mudah dipahami.
“Kami tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung praktik. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih berani berbicara dan memberikan ide di depan teman-teman,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi grand simulation, refleksi, evaluasi, dan komitmen peserta untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan. Dengan semangat belajar yang tinggi, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menginspirasi dan memimpin. (*)













