Home News Di Antara Dinding Lapuk dan Harapan Baru: LAZISKAHMI Galang Donasi Rumah Layak...

Di Antara Dinding Lapuk dan Harapan Baru: LAZISKAHMI Galang Donasi Rumah Layak Fauzi Ali

0
Tim lembaga amil zakat infak dan sedekah LAZISKAHMI kunjungi kediaman salah satu anggota KAHMI, Fauzi Ali, di gampong matang sijuek timu, kec Baktya Barat, kab Aceh Utara, Ahad 5/4/2026. (Foto: jalantengah)

 

JALANTENGAH I ACEH UTARA — Petang itu, sinar matahari menembus celah-celah dinding kayu yang mulai lapuk. Di sebuah sudut dusun Tgk Dibuah II Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, berdiri sebuah rumah tua yang selama belasan tahun menjadi saksi kehidupan sederhana anggota Kahmi, Fauzi Ali.

Rumah panggung itu tak lagi utuh. Lantainya mulai rapuh, dindingnya renggang dan lapuk, dan atap rumbia yang menua tak lagi sepenuhnya mampu menahan panas dan hujan.

Di bawah rumah, sisa-sisa kayu berserakan, menandakan waktu telah lama menggerogoti tempat tinggal itu. Namun bagi Aduen Ozi, panggilan akrab Fauzi Ali, di situlah ia bertahan, menjalani hari demi hari dengan segala keterbatasan.

Namun, kehadiran tim Lembaga Amil Zakat (Laziskahmi) sore itu, seolah menjadi penanda hadirnya harapan baru dalam kehidupannya. Usai melihat langsung kondisi memprihatinkan kehidupan dan rumah tempat selama ini Fauzi Ali berteduh, melalui program “Baiti Jannati”, Laziskahmi memutuskan untuk membangun rumah layak huni, lewat penggalangan donasi bertajuk “Alumni bantu alumni”.

Fauzi Ali menjadi salah satu penerima manfaat dari program ini bukan hanya karna kondisi kurang beruntungnya saat ini, tapi juga karena kontribusi serta pengabdian hidupnya untuk perkaderan HMI. Rumah layak yang rencana akan dibangun bertype 36, sebuah rumah sederhana, namun penuh arti bagi kehidupan yang lebih manusiawi.

Ketua Laziskahmi, Abdul Rahman Muis, ST, M.Eng, menyebutkan dana pembangunan rumah ini akan digalang dari internal anggota KAHMI maupun kader HMI di seluruh Indonesia, dengan nominal yang terjangkau, bahkan mulai dari Rp.20.000. Karena itu, Laziskahmi mengajak keluarga besar KAHMI maupun kader HMI untuk berkontribusi. “Sekecil apapun kontribusi kita menjadi harapan dan berarti besar bagi rekan kita Fauzi Ali”, sebut Rahman Muis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program “Baiti Jannati” Laziskahmi bukan sekadar program bantuan fisik, melainkan gerakan kepedulian.

“Program ini kami hadirkan sebagai wujud gotong royong sesama anggota Kahmi dan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap orang bisa merasakan tempat tinggal yang layak, aman, dan bermartabat. Dari donasi kecil, kita bisa menghadirkan perubahan besar,” ujarnya.

Bagi Fauzi Ali, bantuan ini bukan hanya tentang rumah baru. Ini adalah tentang kesempatan untuk hidup lebih layak, tentang rasa aman, dan tentang masa depan yang lebih baik.

Di tengah keterbatasan, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tak selalu harus besar. Kadang, cukup dimulai dari langkah kecil, dari dua puluh ribu rupiah, yang jika dilakukan bersama, mampu mengubah hidup seseorang.

Rumah layak huni “baiti jannati” yang akan dibangun ini merupakan rumah bantuan ketiga yang diusahakan lembaga Laziskahmi untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan umat, termasuk anggota Kahmi. (*)

Exit mobile version