Home News Dua Bulan Pasca Banjir Pijay, Warga Masih Kesulitan Bersihkan Lumpur, Pemerintah Diharap...

Dua Bulan Pasca Banjir Pijay, Warga Masih Kesulitan Bersihkan Lumpur, Pemerintah Diharap Turun Tangan

0
Salah satu kondisi rumah warga Geunteng, Kec. Meurah Dua Pidie Jaya yang masih tertimbun lumpur sisa banjir hingga Kamis, 22/1/2026. (Foto: relawan)

JALANTENGAH I MEUREUDU — Dua bulan pasca bencana banjir disertai longsor yang melanda wilayah Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, warga masih menghadapi kesulitan besar dalam membersihkan lumpur yang mengendap di rumah mereka. Hingga kini, sisa material banjir belum sepenuhnya tertangani dan terus menghambat aktivitas serta pemulihan kehidupan masyarakat.

Seorang relawan kemanusiaan di Meureudu, Tgk. Muhammad, menyampaikan bahwa kondisi lumpur saat ini semakin menyulitkan proses pembersihan karena telah mengeras. “Lumpurnya sebagian sudah mengeras. Tingginya bervariasi, mulai sebetis, hingga mencapai satu meter lebih,” ujar relawan tersebut dari lokasi bencana, Kamis (22/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan, lumpur yang mengeras masih memenuhi bagian dalam maupun halaman rumah warga, menempel di dinding, serta menimbun perabotan. Warga terpaksa menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop untuk memecah dan mengeluarkan lumpur, karena keterbatasan peralatan dan tenaga.

Sejumlah relawan turut membantu warga membersihkan lumpur dengan peralatan seadanya. Pemerintah diharapkan segera turun tangan untuk memulihkan rumah warga. (Foto: relawan)

Kondisi ini membuat sebagian rumah belum bisa dihuni kembali secara layak. Selain merusak bangunan dan perabot rumah tangga, lumpur sisa banjir juga menimbulkan risiko kesehatan akibat debu dan sisa material kotoran yang terbawa saat banjir dan longsor terjadi.

Warga dan relawan berharap pemerintah daerah maupun pusat mau turun tangan dengan memberikan bantuan yang lebih konkret, seperti pengerahan alat berat, dukungan tenaga kebersihan untuk menyelesaikan permasalahan lumpur banjir di rumah rumah warga, bukan hanya di instansi pemerintahan.

Menurut mereka, tanpa intervensi serius, proses pemulihan akan berjalan sangat lambat dan membebani warga yang terdampak.

“Sudah dua bulan, tapi banyak rumah masih belum bersih. Kami berharap pemerintah hadir langsung membantu warga agar bisa kembali hidup normal,” tambah Tgk. Muhammad, yang juga ketua LP-TKD Pidie Jaya.

Hingga saat ini, warga masih berupaya bangkit dari dampak bencana sembari menunggu langkah nyata dari pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana. (*)

Exit mobile version