27.9 C
Banda Aceh
BerandaKolom

Kolom

Menilik Komunikasi Terapeutik Ali Khameini: Menenangkan, Mempengaruhi dan Mengikat Makna

Catatan : Lailan F. Saidina Dalam banyak pidatonya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memperlihatkan pola komunikasi khas yang tenang dan meneduhkan. Ini dapat disebut sebagai “terapeutik ideologis”, yakni gaya bertutur yang tidak semata-mata menyampaikan instruksi politik, tetapi membangun rasa aman psikologis, solidaritas emosional, dan makna kolektif. Ada...

Bu Sawoe #9: Mendengar Memahami, Bertanya Bertumbuh

Dalam setiap perdebatan, kita sering merasa sedang memperjuangkan kebenaran. Suara meninggi, argumen disusun rapi, data dikeluarkan, dalil dikutip. Targetnya satu, dengan ego ingin menang. Namun sadarkah kita, diam-diam ada sesuatu yang jauh lebih berharga justru sering hilang saat kita berdebat, yaitu kemampuan mendengar untuk...

Bu Sawoe #8: Merawat Pikiran, Membabat Ilalang

“Seperti kebun, tanaman pikiran yang tak rajin dirawat rawan ditumbuhi ilalang.” - Lailan F. Saidina - Bayangkan pikiran kita seperti sebidang kebun. Setiap hari ada yang tumbuh di sana. Kadang bunga harapan, kadang pohon keyakinan. Tapi tanpa sadar, ilalang juga ikut menyembul, seperti prasangka, cemas berlebihan, iri...

Bu Sawoe #7: No Kambing Hitam, Cara Sunyi Pulihkan Hati

“Orang yang hatinya sakit cenderung menyalahkan orang lain untuk menyelamatkan kegelisahan batinnya.”  - Lailan F. Saidina - Ada luka yang tidak terlihat oleh mata, tetapi terasa dalam setiap kata yang keluar dari lisan. Ada hati yang letih, namun tak tahu bagaimana cara mengobatinya. Bagi orang...

Bu Sawoe #6: Ke­hambaan, Tanah Subur Keabadian

“Kehambaan ibarat tanah subur dalam diri kemanusiaan seseorang, tempat dimana sikap tunduk dan motivasi keabadian tumbuh menjangkau-Nya.”   - Lailan F. Saidina - Setidaknya ada dua hal yang sering berkecamuk dalam diri manusia: merasa memiliki segalanya atau merasa dimiliki oleh-Nya. Ketika seseorang memilih jalan kehambaan, ia...

Bu Sawoe #05: Merasa Tahu, Pertanda Belum Sampai

“Orang yang belajarnya sedikit akan merasa tahu banyak, orang yang belajarnya banyak menyadari pengetahuannya sedikit.” - Lailan F. Saidina - Pernahkan Anda merasa ida ironi dalam perjalanan ilmu?. Ketika semakin dangkal seseorang menyelam, semakin ia merasa telah menemukan mutiara. Namun semakin dalam ia turun, semakin ia...