28.1 C
Banda Aceh
BerandaPelatihanTandaseru Bekali Kompetensi Soft Skill 176 Peserta PBK Nasional BLKI Aceh Utara

Tandaseru Bekali Kompetensi Soft Skill 176 Peserta PBK Nasional BLKI Aceh Utara

JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Lembaga psikologi dan training konsultan Tandaseru Indonesia membekali kompetensi soft skill kepada 176 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dalam rangkaian Pelatihan Vokasi Nasional yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan pembekalan soft skill tersebut berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di UPTD BLKI Aceh Utara, Gedung Eks Kantor Bupati Aceh Utara, Lhokseumawe.

Pembekalan kompetensi soft skill yang di desain secara partisipatif tersebut difasilitasi oleh fasilitator soft skill yang telah mendapat lisensi softskill facilitator dari Founder Tandaseru Indonesia Lailan F. Saidina, yakni Cut Erni Yusnidar dan Dicky Armanda.

“Materi soft skill menjadi bagian penting dalam pembentukan kesiapan kerja peserta selain aspek teknis, seperti komunikasi, sikap profesional, kerja sama tim, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja”, sebut Nur Akmal SE, kepala UPTD BLKI Aceh Utara.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembekalan soft skill diharapkan mampu melengkapi kompetensi teknis yang telah diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan berbasis kompetensi nasional.

“Kemampuan soft skill tersebut sangat dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia industri maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” ujar Akmal.

Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Tandaseru Indonesia, kata Akmal menjadi bagian dari upaya BLKI untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih komprehensif kepada peserta.

Sementara itu, Direktur Tandaseru Indonesia menyampaikan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi dan membangun hubungan kerja secara profesional.

“Kompetensi teknis adalah modal penting, tetapi soft skill menjadi pembeda ketika seseorang mulai berhadapan dengan situasi nyata di tempat kerja,” kata Lailan.

Ia berharap pembekalan tersebut dapat memberikan perspektif baru kepada peserta mengenai tantangan dunia kerja sekaligus mendorong mereka menjadi tenaga kerja yang adaptif dan profesional.

Nomalisa, salah satu peserta mengaku sangat beruntung menjadi bagian dari pelatihan ini. Menurut Lisa sesi soft skill menyadarkannya pada banyak hal, seperti pentingnya public speaking, keselarasan antara memahami diri dan orang lain, dan jadi lebih tau potensi diri. “Pokoknya seru banget, metodenya asik, jadi pingin belajar terus”, ungkap Lisa antusias.

Pelaksanaan pembekalan soft skill bagi 176 peserta tersebut merupakan bagian dari komitmen BLKI Aceh Utara dalam meningkatkan kualitas lulusan pelatihan vokasi agar memiliki kompetensi yang lebih utuh serta mampu bersaing di dunia kerja. (*)

Sponsor

explore more