JALANTENGAH I JAKARTA – Kesehatan mental seorang ibu menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sehat dan harmonis. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) melalui Program Studi Psikologi menyelenggarakan webinar kesehatan mental bertajuk “Ibu Juga Perlu Rehat, Menjaga Kesehatan Mental, Menguatkan Keluarga”. Digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Keynote Speaker, Nourma Ayu Safithri Purnomo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental seorang Ibu bukanlah bentuk egoisme, melainkan investasi bagi ketahanan keluarga.
“Seorang ibu yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu menghadapi tekanan, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan penuh kasih. Karena itu, ibu juga berhak beristirahat dan merawat dirinya tanpa merasa bersalah,” ujar Nourma Ayu.

Sementara itu, narasumber Muhammad Sonny Sandy, mahasiswa Psikologi UICI, menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap stres dan kelelahan emosional sebagai hal biasa sehingga sering diabaikan.
“Melalui webinar ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan mental perlu dijaga sejak dini. Dengan memahami cara mengelola stres secara sehat, diharapkan para ibu dan keluarga dapat menjalani kehidupan yang lebih bahagia, produktif, dan saling menguatkan,” katanya.
Webinar ini menghadirkan pembahasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, strategi mengelola stres secara sehat, hingga membangun keluarga yang harmonis dan bahagia. Kegiatan dipandu oleh Lindawati Muhammad, mahasiswi Psikologi UICI yang juga Direktur Tandaseru Indonesia sebagai moderator.

Selain mendapatkan materi dari para narasumber yang kompeten, peserta juga memperoleh sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam webinar ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UICI dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di masyarakat sekaligus mendukung terciptanya keluarga yang lebih tangguh. Webinar juga mendapat dukungan dari TP PKK Gampong Keude Aceh, Kota Lhokseumawe serta lembaga psikologi dan training konsultan Tandaseru Indonesia. (*)













