27.8 C
Banda Aceh
BerandaKolomRasa Aman Dan Dilema Ibu Bekerja Ditengah Kasus Kekerasan Anak

Rasa Aman Dan Dilema Ibu Bekerja Ditengah Kasus Kekerasan Anak

Oleh: Lindawati M. Arsyad *

Dilema ibu bekerja adalah realitas yang tidak sederhana. Di satu sisi, ada tuntutan ekonomi keluarga yang kadang tidak bisa sepenuhnya ditopang oleh suami. Di sisi lain, ada tanggung jawab pengasuhan yang begitu besar terhadap anak. Dalam kondisi ini, banyak ibu memilih tetap bekerja dan menitipkan anak di daycare, dengan harapan anak mendapatkan penjagaan, perhatian, dan kasih sayang layaknya di rumah.

Keputusan tersebut bukan tanpa pergulatan batin. Seorang ibu tentu ingin hadir utuh dalam tumbuh kembang anaknya. Namun realitas hidup sering kali menuntut kompromi. Daycare menjadi jalan tengah, agar ibu bisa bekerja dengan lebih tenang, merasa anaknya berada di tempat yang aman, nyaman, dan tetap terjaga kesejahteraannya.

Namun, harapan tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Kasus yang baru-baru ini viral di Banda Aceh menjadi tamparan keras bagi banyak orang tua. Di sebuah tempat penitipan anak, Baby Preneur Daycare, rekaman CCTV memperlihatkan seorang bayi mengalami kekerasan oleh pengasuhnya. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang rasa aman para orang tua, tetapi juga membuka mata bahwa tidak semua ruang pengasuhan pengganti mampu memberikan perlindungan sebagaimana yang diharapkan setiap orangtua.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa tanggung jawab tidak hanya berada pada orang tua, tetapi juga pada lembaga penyedia layanan pengasuhan. Daycare harus lebih selektif dalam merekrut pengasuh dengan mengacu pada standar yang berlaku, baik dari segi kompetensi, kepribadian, maupun kesiapan emosional. Pengasuh anak bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang menyangkut keselamatan dan perkembangan masa depan anak. Oleh karena itu, proses seleksi, pelatihan, hingga pengawasan harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

Dalam perspektif psikologi, kondisi ini dapat dipahami melalui teori kelekatan dari John Bowlby. Ia menekankan bahwa hubungan emosional yang aman (secure attachment) antara anak dan pengasuh sangat menentukan perkembangan psikologis anak. Kelekatan tidak hanya soal kehadiran fisik, tetapi tentang kualitas interaksi, kehangatan, responsivitas, dan konsistensi kasih sayang. Ketika anak mengalami kekerasan atau pengabaian, terutama di usia dini, hal itu dapat memicu trauma dan mengganggu rasa aman dasar dalam dirinya.

Konsep kesejahteraan (well-being) dalam psikologi positif yang dikembangkan oleh Martin Seligman, menjelaskan bahwa ketenangan batin seseorang sangat dipengaruhi oleh rasa aman, makna hidup, dan emosi positif. Seorang ibu yang bekerja membutuhkan ketenangan bahwa anaknya dalam kondisi baik. Ketika rasa aman itu runtuh, bukan hanya anak yang terdampak, tetapi juga kondisi psikologis si Ibu.

Di sisi lain, dalam ajaran Islam, peran Ibu sangat dimuliakan. Rasulullah SAW bersabda, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu” (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan seorang Ibu yang menjalankan amanahnya dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan. Bahkan dalam hadis lain (HR. Bukhari dan Muslim), setiap individu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, termasuk seorang Ibu terhadap anak-anaknya.

Tidak ada pilihan yang sepenuhnya mudah. Menjadi Ibu bekerja bukan berarti mengurangi kasih sayang, dan menjadi Ibu rumah tangga bukan berarti tanpa tantangan. Keduanya adalah jalan yang penuh pengorbanan. Namun, kasus-kasus yang terjadi belakangan mengingatkan kita bahwa persoalan ini bukan sekadar pilihan bekerja atau tidak, melainkan bagaimana memastikan keamanan, kualitas pengasuhan, dan masa depan anak tetap terjaga.

Mungkin, yang paling penting bukan sekadar memilih jalan, tetapi memastikan bahwa dalam setiap pilihan, anak tetap menjadi pusat perhatian dengan kasih sayang, perlindungan, dan tanggung jawab kita orangtua yang tidak pernah ditinggalkan. []

* penulis adalah mahasiswa neuropsikologi Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Jakarta.

Sponsor

explore more