JALANTENGAH I ACEH UTARA — Lubang-lubang besar akibat banjir dan longsor masih menganga di kawasan Gampong Kuala Cangkoi, Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, bekas longsoran dengan kedalaman satu hingga 4 meter belum tertangani dan dinilai membahayakan warga setempat.
Selain lubang dan muara bentukan longsor banjir yang belum ditimbun di beberapa titik, puing-puing rumah yang ambruk juga masih berserakan di lokasi. Kondisi ini menyulitkan aktivitas warga dan menghambat proses pemulihan pascabencana.
Salah seorang warga, Jamaluddin, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Ia meminta agar lubang-lubang tersebut segera ditimbun serta puing-puing rumah dibersihkan menggunakan alat berat.
“Kami sangat berharap pemerintah membantu menimbun lubang ini dan membersihkan sisa-sisa rumah yang runtuh,” ujarnya, Ahad (25/1/2026).
Diketahui, sebanyak 104 unit rumah dilaporkan ambruk akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut. Selain itu sejumlah lubang besar dan muara baru terbentuk akibat dahsyatnya kikisan banjir dua bulan lalu. Warga kini masih menunggu perhatian dan bantuan serius dari pemerintah untuk memulihkan kembali kehidupan mereka.
Amatan jalantengah Ahad kemarin, pemerintah melalui BNPB sudah mulai membangun hunian sementara di dusun Tgk. Cek Kuala Cangkoi, di lokasi yang tak jauh dari tenda utama pengungsian berwarna orange.
Namun begitu, sebagian warga masih sangat berharap agar hunian tetap (huntap) yang rencana akan dibangun pemerintah tidak di relokasi, walaupun masih dalam wilayah gampong Kuala Cangkoi.
“Maunya pemerintah juga memperhatikan keinginan dan kenyamanan kami korban, tidak memaksa kehendak untuk relokasi. Ditempat semula kami bukan hanya untuk tinggal, tapi juga untuk lokasi berusaha, seperti beternak ayam”, ungkap Jamal. (*)










