JALANTENGAH I TAMIANG, — Hujan deras yang mengguyur kawasan Tamiang sejak pagi tak menyurutkan langkah para relawan. Di sebuah lorong yang becek penuh lumpur, senyum-senyum merekah menyambut kedatangan rombongan FORHATI Lhokseumawe bersama LAZISKAHMI yang membawa harapan. Di atas bak kendaraan terbuka, paket-paket bantuan dibagikan satu per satu, menjadi penanda bahwa kepedulian selalu menemukan jalannya.
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan hari itu, Jum’at (2/1/2026) berasal dari donasi Muslimah Buton di Amerika Serikat. Isinya beragam kebutuhan mendesak, diantaranya bantal, kompor gas, selimut, matras, bahsn pangan serta perlengkapan rumah tangga lainnya, dengan total bobot lebih dari setengah ton. Meski ditengah cuaca yang tak bersahabat, bantuan itu terasa begitu hangat bagi warga terdampak.
Anak-anak tampak antusias memeluk selimut baru, sementara para ibu tersenyum lega saat menerima kompor gas dan matras. Beberapa warga bahkan tak kuasa menyembunyikan haru. “Alhamdulillah, ini sangat membantu,” ujar seorang penerima sambil mengusap air hujan di wajahnya yang bercampur air mata bahagia.
Relawan Forhati Lhokseumawe, Fatimah Ramli, mengatakan bahwa hujan justru menambah semangat tim di lapangan. “Hujan deras hari ini tidak sebanding dengan kebahagiaan yang kami lihat di wajah warga. Amanah dari Muslimah Buton di Amerika kami sampaikan dengan penuh tanggung jawab. Semoga bantuan ini meringankan beban dan menguatkan,” tuturnya.
Menurut Fatimah, kegiatan ini juga menjadi jembatan silaturahmi lintas wilayah dan negara. “Ini bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Dari jauh, kasih sayang itu sampai ke Tamiang,” tambahnya.
Inisiator sekaligus Perintis LAZISKAHMI, Lailan Fajri Saidina, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada donatur maupun para relawan yang bekerja di lapangan.
Ketika hujan mulai reda, suasana tetap hangat oleh tawa dan ucapan terima kasih. Di antara genangan lumpur dan payung-payung sederhana, hari itu meninggalkan jejak kemanusiaan, bahwa di tengah hujan deras sekalipun, harapan bisa dibagikan, dan kebahagiaan bisa tumbuh. (*)










