JALANTENGAH I ACEH UTARA — Warga Dusun Seulanga Paya Rabo Lhok Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menghadapi krisis air bersih setelah banjir merendam permukiman mereka. Sejumlah sumur warga tertimbun lumpur dan material bawaan banjir, sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan area sekitar rumah warga masih dipenuhi endapan lumpur. Pepohonan dan kebun warga tampak rusak, sementara sumur-sumur yang sebelumnya menjadi sumber air utama kini tertutup tanah dan kotoran. Dalam kondisi terpaksa, warga mengandalkan air sungai yang keruh untuk memasak, mandi, dan mencuci.
“Sejak banjir, air sumur tidak bisa dipakai. Kami terpaksa ambil air sungai meski warnanya cokelat dan tidak layak,” ujar Muammar, tokoh pemuda setempat, Selasa (30/12/2025).
Ketergantungan pada air sungai meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Warga mengaku khawatir akan munculnya penyakit kulit dan gangguan pencernaan akibat penggunaan air yang tidak higienis. Upaya membersihkan sumur secara mandiri sulit dilakukan karena keterbatasan alat dan biaya.
Mendapat informasi tersebut, inisiator LAZISKAHMI, Lailan Fajri Saidina bersama tim relawan turun langsung ke lokasi untuk menjajaki bentuk intervensi apa yang bisa diberikan. Kondisi kebun produktif warga yang tertutupi lumpur ini menggambarkan dampak berkepanjangan banjir terhadap ekonomi maupun akses air bersih di dusun tersebut.
Warga berharap adanya bantuan segera dari pemerintah daerah dan pihak terkait, seperti pengurasan dan pembersihan sumur, pembuatan sumur bor, distribusi air bersih, serta penyediaan sarana penjernihan air sementara. Tanpa intervensi cepat, krisis air bersih dikhawatirkan akan terus berlanjut dan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat setempat. (*)










