JALANTENGAH I LANGSA — Founder lembaga psikologi dan konsultan training Tandaseru Indonesia, Lailan Fajri Saidina memberikan dampingan psikososial (Psychologycal First Aid) bagi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa yang terdampak bencana banjir.
Kegiatan yang digelar oleh kampus IAIN Langsa ini berlangsung di Aula Kesbangpol Kota Langsa, Sabtu (20/12/2025), dan diikuti 100-an mahasiswa penyintas bencana dengan penuh antusias.
Pendampingan psikososial ini bertujuan membantu mahasiswa memulihkan kondisi psikologis pascabencana, seperti mengelola stres, kecemasan, dan trauma akibat banjir longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar beberapa hari lalu.
Dalam suasana nyaman, para peserta mengikuti sesi refleksi, diskusi kelompok, serta penguatan mental yang dipandu oleh fasilitator dan konselor profesional.
Lailan Fajri Saidina, menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai kelompok usia produktif memiliki kerentanan tersendiri ketika menghadapi bencana, terutama dari sisi psikologis yang kerap tidak terlihat.
“Bencana tidak hanya merusak fisik rumah dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan luka emosional. Pendampingan psikososial ini penting agar mahasiswa mampu mengelola emosinya, bangkit kembali, dan melanjutkan peran akademik serta sosialnya dengan lebih kuat,” ujar Coach Lailan yang juga relawan Laziskahmi.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan menekankan pada empati, rasa aman, dan penguatan kapasitas diri agar para penyintas tidak merasa sendirian dalam proses pemulihan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para mahasiswa peserta. Lala, salah satu peserta asal Tamiang mengaku merasa lebih didengar, dipahami, dan mendapatkan semangat baru setelah mengikuti sesi pendampingan.
Wakil Rektor IAIN Langsa, Dr. AmiruddinYahya Azzawiy mengatakan lewat pendampingan psikososial diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa IAIN Langsa untuk kembali menata aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari dengan kondisi mental yang lebih sehat dan resilien. (*)










