27.1 C
Banda Aceh
BerandaNewsAceh Panen 22 Gelar di MTQN XXXI, Dari Air Mata Perjuangan Menuju...

Aceh Panen 22 Gelar di MTQN XXXI, Dari Air Mata Perjuangan Menuju Peringkat Empat Nasional

JALANTENGAH I SEMARANG – Semarang menjadi panggung panjang bagi Kafilah Aceh. Selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026, nama Aceh berkali-kali dipanggil ke podium. Ada yang datang membawa kemenangan, ada pula yang harus puas berada di posisi harapan. Namun seluruhnya menjadi bagian dari satu perjalanan yang sama.

Di penghujung musabaqah, perjalanan itu ditutup dengan catatan 22 prestasi. Sebanyak 10 juara utama dan 12 juara harapan berhasil diraih Kafilah Aceh, sekaligus mengantarkan Aceh berada di peringkat keempat nasional.

Di balik angka tersebut, ada kisah panjang yang tidak terlihat dari panggung penghargaan. Ada latihan berbulan-bulan, hafalan yang diulang berkali-kali, suara yang terus ditempa, naskah yang ditulis dan diperbaiki, hingga doa keluarga dan masyarakat yang mengiringi setiap penampilan.

Ketua Kafilah Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., menyebut capaian di Semarang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh kafilah.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur. Semarang memberikan banyak kebahagiaan bagi Kafilah Aceh. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik dan membawa nama Aceh dengan penuh kebanggaan,” ujar Misran.

Bagi Misran, setiap penghargaan yang diraih tidak berdiri sendiri. Di balik satu nama yang naik ke podium, ada proses panjang yang melibatkan peserta, pelatih, official, keluarga hingga dukungan masyarakat Aceh.

“Di balik setiap piala ada doa, latihan, perjuangan peserta, kerja keras pelatih dan official, serta dukungan masyarakat Aceh. Semua capaian ini sangat berarti,” katanya.

Empat Juara I

Empat wakil Aceh berhasil berdiri di posisi tertinggi pada cabang masing-masing.

Azka Dara Maulidya, Izza Mushviya dan Kayyisa Farras menjadi Juara, Fahmil Qur’an Putri.

Radhi Ukhrawi meraih Juara, Tilawah Remaja Putra. Mauliza Juliantika menjadi Juara I Tafsir Bahasa Indonesia Putri. Sementara Raisya Annazira meraih Juara I Tahfizh 30 Juz Putri.

Empat nama dan regu tersebut menjadi bagian dari puncak prestasi Aceh di Semarang.

Suasana malam pengumuman juara dan peringkat pada malam penutupan MTQ Nasional di Semarang, 19/9/2026 malam. (Foto: dsi aceh)

Empat Juara II

Prestasi berikutnya datang melalui Syarhil Qur’an Putra yang meraih Juara II.

Habibul Hamiz menyumbangkan Juara II Tilawah Anak Putra, disusul Zamil Ghifari yang meraih Juara II Murattal Remaja Putra.

Aqmarina Asarah juga menambah koleksi prestasi Aceh setelah meraih Juara II Tafsir Bahasa Inggris Putri.

Dua Juara III

Dua gelar lainnya diraih Qaisal Ridha melalui Kaligrafi Digital dan Ahmad Sa’ad Muayyad pada Tafsir Bahasa Inggris Putra. Keduanya masing-masing menempati Juara III.

Jika dijumlahkan, 10 juara utama tersebut terdiri atas empat Juara I, empat Juara II dan dua Juara III.

Namun perjalanan Aceh tidak berhenti pada podium juara utama. Sebanyak 12 wakil lainnya juga mencatatkan nama sebagai juara harapan.

Dua Belas Juara Harapan

Juara Harapan I diraih Rahila Syakira pada Tahfizh 5 Juz Putri; Ulfa Masturina, Naurah Clarisa dan Ken Nevretty Banyu Bening pada Syarhil Qur’an Putri; Khalid pada Khat Naskah Putra; Ahyar Arrayyan pada Khat Kontemporer Putra; serta Marvirah pada Qira’at Mujawwad Putri.

Selanjutnya, Juara Harapan II diraih Fathiyyah Arafah Afsya pada Tilawah Remaja Putri, Rizka Irmaya Ningsi pada Tahfizh 1 Juz Putri, Fathassururi pada KTIQ Putra dan Thantawi pada Tunet Putra.

Sedangkan Juara Harapan III diraih Durratul Irfana pada Khat Hiasan Mushaf Putri, Mayra pada Khat Kontemporer Putri, serta Farhan Ridhallah, Chalif Aulya dan M. Hanif Baihaqi pada Fahmil Qur’an Putra.

Di tengah ketatnya persaingan hingga hari terakhir, hadirnya Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, S.E., di tengah kafilah menjadi momen yang memberi energi tersendiri.

Wagub datang bukan sekadar menyaksikan hasil akhir. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan langsung kepada para peserta yang sejak awal membawa nama Aceh di panggung nasional.

Pertemuan itu juga menjadi ruang bagi para peserta, pelatih dan official untuk merasakan bahwa perjuangan mereka di Semarang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh.

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang menyempatkan hadir bersama kafilah. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menyelesaikan perjuangan di Semarang,” ujar Misran.

Sekretaris LPTQ Aceh, Tgk. Jamaluddin Kadir Qaha, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi peserta Aceh yang terus berkembang.

“Alhamdulillah, 10 juara utama dan 12 juara harapan menunjukkan potensi anak-anak Aceh sangat besar. Ini menjadi hasil penting dari pembinaan yang telah dilakukan,” kata Jamaluddin.

Kini, panggung Semarang telah ditutup. Yang tersisa bukan hanya deretan piala dan nama-nama juara, tetapi sebuah catatan penting tentang perjalanan Kafilah Aceh: 22 prestasi dalam satu MTQ Nasional.

Sepuluh juara utama dan 12 juara harapan menjadi buah dari proses panjang yang berlangsung jauh sebelum kaki para peserta menginjak Semarang.

Semarang telah memberi hasil sekaligus pelajaran tentang apa yang sudah dicapai dan bagian mana yang masih harus diperbaiki.

“Kita akan evaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Mudah-mudahan tahun depan di Jakarta kita bisa memberikan hasil yang lebih baik dan semoga Aceh mampu mencapai tiga besar nasional,” kata Misran.

Semarang akhirnya menjadi lebih dari sekadar lokasi MTQ Nasional XXXI. Kota ini menjadi saksi ketika kerja keras, doa dan ketekunan bertemu di panggung prestasi—dan membawa pulang 22 catatan kemenangan untuk Aceh. (*)

Sponsor

explore more