Home Kampusiana Obati Rindu Kampung Halaman, Mahasiswa Aceh di Semarang Silaturahmi dengan Kafilah Aceh...

Obati Rindu Kampung Halaman, Mahasiswa Aceh di Semarang Silaturahmi dengan Kafilah Aceh MTQN

0
Puluhan mahasiswa asal Aceh di Semarang silaturrahmi dengan kafilah Aceh MTQ Nasional XXXI, 15/9/2026. (Foto: dsi aceh)

JALANTENGAH I SEMARANG – Rasa rindu kampung halaman yang menyelimuti puluhan mahasiswa asal Aceh seolah terobati di sebuah warung kopi di Kota Semarang, Selasa (15/9/2026).

Puluhan mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip) maupun sejumlah kampus lainnya di kota Semarang berkumpul bersama Kafilah Aceh yang tengah berjuang dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI.

Bukan sekadar pertemuan biasa. Di antara obrolan, tawa dan salam hangat, terselip kerinduan pada tanah kelahiran yang berjarak ratusan kilometer.

Bagi para mahasiswa Aceh, kedatangan Kafilah Aceh ke Semarang menghadirkan suasana berbeda. Untuk sejenak, mereka bisa bertemu dengan sesama orang Aceh, berbicara dengan logat yang akrab di telinga, sekaligus mendengar cerita tentang perjuangan para peserta MTQN XXXI.

Mahasiswa Aceh di Semarang berikan dukungan moral kepada peserta MTQ Nasional kafilah Aceh. (Foto: dsi aceh)

Pertemuan berlangsung di Waroeng Kupi dan Mie Aceh Pidie, tempat yang menyajikan makanan khas Aceh di tengah Kota Semarang. Aroma kopi dan masakan Aceh pun menjadi pelengkap suasana silaturahmi.

Di tempat itu, mahasiswa Aceh duduk bersama Kadis Syariat Islam Provinsi Aceh serta jajaran Kafilah Aceh. Percakapan berlangsung cair. Ada cerita tentang kuliah dan kehidupan di Semarang, ada pula pembicaraan mengenai perkembangan perjuangan peserta Aceh di arena MTQN XXXI.

Bagi mahasiswa yang lama berada di perantauan, suasana seperti itu memiliki arti tersendiri. Bertemu orang sekampung, menyantap makanan khas daerah dan berbincang tentang Aceh menjadi semacam pengobat rindu terhadap rumah dan kampung.

Di sisi lain, kehadiran mereka memberikan energi moral bagi Kafilah Aceh yang sedang berjuang di arena MTQ Nasional.

Ketua Kafilah Aceh, Dr. Misran Fuadi, yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, menyambut hangat silaturahmi tersebut. Ia mengapresiasi perhatian mahasiswa Aceh yang menyempatkan diri hadir ke arena MTQN dan memberikan dukungan kepada para peserta.

Melalui unggahannya, Misran menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa Aceh Semarang yang telah mendukung penampilan Kafilah Aceh.

“Tks banyak semuanya telah mensupport penampilan Syarhil Qur’an Aceh di Aula UNDIP Semarang,” tulis Misran Fuadi.

Mahasiswa yang datang sebagai anak rantau menemukan kembali suasana kampung halaman. Sementara para peserta dan pendamping Kafilah Aceh mendapatkan suntikan semangat dari generasi muda Aceh yang sedang menuntut ilmu di perantauan.

Pertemuan sederhana tersebut memiliki makna yang lebih dalam: tentang rindu pada tanah kelahiran, tentang persaudaraan sesama anak Aceh, dan tentang dukungan yang terus mengalir kepada mereka yang sedang membawa nama Aceh di panggung MTQ Nasiona XXXI. (*)

Exit mobile version