JALANTENGAH I BANDA ACEH — Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), Dr. Tgk. H. Anwar Usman, MM (Abiya Kuta Krueng) menyampaikan empat persoalan krusial yang perlu menjadi perhatian serius ulama dan komunitas dayah dalam menghadapi tantangan masyarakat Aceh ke depan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PB HUDA di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa pagi, 15 September 2026. Rakor dihadiri pengurus wilayah HUDA kabupaten/kota se-Aceh dan jajaran Pengurus Besar HUDA.
Dalam arahannya, Abiya Kuta Krueng menegaskan bahwa tantangan dayah tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi, tetapi juga menyentuh keberlangsungan pendidikan dayah, marwah ulama, keselamatan generasi muda dan ketahanan akidah umat.

Menurut Abiya Kuta Krueng empat persoalan yang menjadi perhatian PB HUDA adalah menurunnya jumlah santri di sejumlah dayah tipe C di wilayah Aceh. Munculnya fitnah terhadap dayah dan ulama. Selain itu ancaman narkoba terhadap generasi muda, serta pengawalan akidah umat.
“Keempat persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa dayah bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga benteng moral, sosial dan keagamaan masyarakat Aceh”, tegas Abiya.
Melalui sinergi ulama, dayah, alumni dan masyarakat, diharapkan berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi secara bersama demi menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan, adab dan nilai-nilai Islam di Aceh. (*)
I Sumber: facebook Muhammad Rizwan