JALANTENGAH I MALAYSIA – Muhammad Refi, pemuda asal Kabupaten Aceh Utara yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan, literasi, dan pendidikan, raih best leader di event Changemaker Youth Leadership Camp (CYLC) Batch II – Chapter Malaysia 2026 yang dilaksanakan pada 24–28 Agustus 2026 di Malaysia.
Keikutsertaan Refi dalam program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk membawa nama Aceh Utara sekaligus mengembangkan potensi diri melalui program kepemudaan bertaraf internasional yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara dan latar belakang.
Selama mengikuti rangkaian program Changemaker Youth Leadership Camp 2026 di Malaysia, Refi mendapatkan berbagai pengalaman dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kerja sama tim, serta pengembangan diri.

Tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Refi juga berhasil meraih empat pencapaian selama mengikuti program tersebut, yaitu Best Group Leader, Best Leader, Best Group Idea, dan Best Team.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi Refi, khususnya dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama, sekaigus menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif bagi generasi muda.
Selain aktif dalam kegiatan kepemudaan, Refi juga memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan literasi. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Malikussaleh, serta aktif sebagai Duta Literasi Indonesia Provinsi Aceh dan Duta Baca Universitas Malikussaleh.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan dan pencapaian yang saya dapatkan selama mengikuti Changemaker Youth Leadership Camp di Malaysia. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang proses belajar, bekerja sama, memimpin, dan berani mengambil peran,” ujar Refi.

Menurut Refi, pengalaman mengikuti program tersebut memberikan banyak pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, maupun kegiatan kepemudaan. Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi untuk terus belajar serta berkontribusi bagi masyarakat.
“Semoga pengalaman ini tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dan mengajak lebih banyak pemuda Aceh Utara untuk berani berkembang, berkarya, dan mengambil kesempatan di berbagai bidang,” tambahnya.
Refi berharap semakin banyak pemuda Aceh Utara yang berani mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional. (*)













