JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE — Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Lhokseumawe – Aceh Utara, Lailan F. Saidina, resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara di Aula gedung Insan Cita, Jum’at malam (15/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kader, alumni, serta sejumlah tokoh organisasi kepemudaan dan mahasiswa di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Konfercab ke-31 ini menjadi momentum penting bagi HMI dalam melanjutkan estafet kepemimpinan dan merumuskan arah perjuangan organisasi kader ke depan.
Dalam sambutannya, Lailan F. Saidina menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi kader yang dibangun atas nilai perjuangan, intelektualitas, dan pengabdian kepada umat serta bangsa. Karena itu, proses suksesi kepemimpinan di tubuh HMI harus dimaknai sebagai bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Suksesi kepemimpinan dalam organisasi kader seperti HMI bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi proses melahirkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai, cita-cita, dan marwah organisasi,” ujar Lailan F. Saidina, yang juga pendiri Laziskahmi.
Menurutnya dinamika dalam konferensi merupakan hal yang wajar dalam organisasi mahasiswa, selama tetap menjunjung tinggi etika, intelektualitas, dan semangat persaudaraan, sebagaimana tema Konfercab ke-31 “sinergi intelektualitas dan moralitas”.
“Konfercab adalah ruang pembelajaran demokrasi bagi kader. Di sinilah kader ditempa untuk belajar memimpin, menghargai perbedaan pendapat, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Lailan, filosofi penting dalam suksesi kepemimpinan HMI adalah memastikan keberlanjutan perjuangan organisasi agar tetap relevan menjawab tantangan zaman. Karenanya kepemimpinan harus diwariskan kepada kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, serta komitmen keummatan dan kebangsaan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa HMI telah banyak melahirkan tokoh bangsa dan pemimpin di beragam lini. Oleh sebab itu, proses kaderisasi dan regenerasi harus dijaga dengan baik agar HMI tetap menjadi laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda Islam.
Konfercab ke-31 HMI Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda utama pemilihan formatur atau ketua umum baru, penyusunan rekomendasi organisasi, serta evaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya.
Sejumlah nama kandidat ketua umum HMI cabang periode berikutnya mulai bermunculan, umumnya mereka berasal dari pimpinan HMI komisariat. Dalam kesempatan itu, atas nama Majelis Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI), Lailan turut memberikan apresiasi kepada pengurus dibawah nakhoda Surya Distamura atas dedikasi dan pengabdiannya kepada himpunan. (*)













