27.8 C
Banda Aceh
BerandaSosokShadrina Aliyya Shafa: Suara Muda Aceh Menembus Panggung Nasional

Shadrina Aliyya Shafa: Suara Muda Aceh Menembus Panggung Nasional

Langkah Shadrina Aliyya Shafa dalam dunia pendidikan dan teknologi kini semakin kokoh. Setelah sebelumnya dikenal sebagai Google Student Ambassador dan meraih sertifikasi Gemini Educator, kiprah remaja ini terus berkembang—tak hanya di ruang kelas, tetapi juga di panggung komunikasi publik dan komunitas kreatif.

Prestasi terbarunya menambah daftar pencapaian yang membanggakan. Shadrina berhasil masuk Top 10 Novo Club Batch 4 Paragon, sebuah program pengembangan talenta muda dari Paragon Technology and Innovation.

Ia pun mendapat undangan langsung untuk menghadiri acara Novo Club di Taman Ismail Marzuki, Jakarta— sebuah ruang prestisius yang kerap menjadi panggung lahirnya ide-ide besar, pada Sabtu 25 April 2026.

Menariknya, dari seluruh peserta, hanya dua perwakilan dari Pulau Sumatera yang berhasil menembus daftar tersebut: satu dari Aceh dan satu dari Lampung. Shadrina menjadi salah satu di antaranya, membawa nama daerah sekaligus menunjukkan bahwa potensi besar tak hanya lahir dari kota-kota besar.

Salah satu acara penting di kampus USK yang dipandu oleh Shadrina Aliyya beberapa waktu silam. (Foto: screenshoot)

Perjalanan Shadrina, putri dari pasangan Yunalis Hasan dan Dewi ini tidaklah instan. Ia memulai dari hal sederhana—ketertarikannya pada dunia dron (drama dan penyiaran). Dari sana, bakat komunikasinya mulai terasah hingga akhirnya dipercaya menjadi penyiar radio di Flamboyant FM.

Pengalaman ini menjadi batu loncatan penting yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuannya berbicara di depan publik.
Tak berhenti di situ, Shadrina, yang tercatat sebagai mahasiswi Arsitektur USK ini juga aktif di komunitas Berucap.id, sebuah wadah yang memperkuat keterampilan komunikasi dan jejaringnya. Dari komunitas inilah, peluang demi peluang terbuka lebih luas.

Kini, ia kerap dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC) dalam berbagai acara, termasuk forum bergengsi seperti International Conference DR3Aceh. Selain itu, ia juga sesekali menjadi host podcast di BPOM Aceh. Hal ini menunjukkan fleksibilitasnya dalam berbagai format komunikasi, dari panggung formal hingga media digital.

Jika ditarik benang merah, perjalanan Shadrina adalah perpaduan antara teknologi, komunikasi, dan semangat berbagi. Dari sertifikasi AI hingga dunia penyiaran, dari komunitas lokal hingga panggung nasional, semuanya membentuk satu profil utuh: sosok muda yang adaptif, progresif, dan inspiratif.

Melalui akun Instagramnya @shadrinaaliyya, ia terus mendokumentasikan perjalanan sekaligus menyebarkan energi positif kepada generasi sebayanya.

Shadrina Aliyya Shafa bukan hanya tentang prestasi yang diraih hari ini. Ia adalah representasi masa depan—di mana anak muda tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga komunikator, penggerak, dan inspirasi bagi banyak orang. (*)

LFS

Sponsor

explore more