
JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE – Kader dan alumni lintas generasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat AMIK (sekarang UNIKI: red) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di salah satu kafe di Kota Lhokseumawe, Minggu (8/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi kader dan alumni untuk membahas berbagai dinamika organisasi serta kondisi sosial kemasyarakatan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh alumni Komisariat AMIK, Asnawi MY, dkk itu dihadiri kader aktif serta alumni dari berbagai angkatan. Selain mempererat silaturahmi, forum juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi organisasi, salah satunya terkait kepengurusan HMI Cabang Lhokseumawe.
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun serius, peserta menyoroti belum terlaksananya Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Lhokseumawe, padahal masa kepengurusan cabang tersebut dinilai telah jauh melampaui periode normal organisasi.
Secara struktural, masa kepengurusan HMI cabang umumnya berlangsung satu tahun. Namun, dalam pembahasan forum, disebutkan bahwa kepengurusan saat ini telah memasuki tahun ketiga tanpa pelaksanaan konfercab sebagai mekanisme regenerasi kepemimpinan.
Para kader dan alumni menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar roda organisasi tetap berjalan sesuai dengan konstitusi HMI dan prinsip kaderisasi.
“Regenerasi adalah ruh organisasi. Karena itu konfercab harus segera dilaksanakan agar proses kaderisasi dan kepemimpinan berjalan sehat,” ungkap salah satu kader.
Selain membahas dinamika internal organisasi, forum juga menekankan pentingnya peran kader HMI dalam merespons kondisi sosial di tengah masyarakat. Kader Komisariat AMIK (UNIKI) maupun lainnya didorong agar lebih kritis, peka terhadap persoalan sosial, serta aktif mengambil peran dalam berbagai isu kemasyarakatan.
Dalam diskusi tersebut juga muncul dorongan agar kader HMI turut berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
“Intelektual muda HMI tidak boleh hanya fokus pada organisasi, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana dan persoalan sosial,” ujar Zainal, salah satu perintis kelahiran komisariat Amik.
Sementara itu, Asnawi MY menyampaikan bahwa pertemuan lintas generasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kader dan alumni, sekaligus menghidupkan kembali semangat kaderisasi di lingkungan Komisariat AMIK.
Ia menilai diskusi-diskusi seperti ini penting untuk menjaga tradisi intelektual dan kepekaan sosial kader HMI. “Kegiatan ini sederhana, hanya silaturahmi dan buka puasa bersama. Tapi harapannya bisa menjadi ruang refleksi bagi kader dan alumni untuk melihat kembali arah gerak organisasi,” kata Asnawi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan hingga malam hari, diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan HMI serta mendorong kader agar tetap aktif, kritis, dan berkontribusi bagi masyarakat. (*)