Home Pelatihan Laziskahmi Berikan Pelatihan Kecakapan Hidup Bagi Penyintas Bencana

Laziskahmi Berikan Pelatihan Kecakapan Hidup Bagi Penyintas Bencana

0
Trainer dan terapis topung, Faisal Abutok dari griya sehat Abutok memberikan tehnik melakukan topung bagi penyintas bencana di camp Kuala Cangkoi, Jum'at 6/2/2026. (Foto: jalantengah)


JALANTENGAH I LHOKSUKON — Laziskahmi menggelar pelatihan singkat kecakapan hidup berupa totok punggung atau topung bagi para penyintas bencana yang tinggal di Camp Pengungsian Kuala Cangkoi, Aceh Utara, Jumat (6/2/2026).

Pelatihan ini bertujuan membantu pemulihan fisik dan mental warga pascabencana, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup yang bisa dimanfaatkan secara mandiri.

Pelatihan dilakukan secara langsung dibawah tenda pengungsian, menghadirkan trainer nasional topung sekaligus terapis profesional, Faisal Abutok dari griya sehat Abutok.

Selain praktik teknik topung, peserta juga diberikan pemahaman dasar mengenai manfaat terapi sentuhan untuk meredakan pegal, kelelahan, dan stres pascabencana.

Para penyintas banjir longsor di camp kuala cangkoi, Aceh Utara mendapatkan bantuan spiritual terapi topung untuk pemulihan kebugaran fisik dan emosional pascabencana. (Foto: jalantengah)

Perintis Laziskahmi, Lailan Fajri Saidina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan berbasis komunitas.

“Kami tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga pada pemulihan jangka menengah dengan membekali warga keterampilan yang bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Salah satu peserta, Andriani, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.
“Kami senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Selain bisa mengurangi pegal-pegal setelah beraktivitas di pengungsian, ilmunya juga bisa kami praktikkan ke keluarga atau tetangga. Kami merasa lebih berdaya,” tuturnya.

Andriani berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut selama masa pengungsian. Menurutnya, aktivitas positif seperti pelatihan kecakapan hidup ini mampu mengurangi kejenuhan dan beban psikologis warga yang terdampak bencana.

Melalui pelatihan ini, para penyintas diharapkan tidak hanya pulih secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai upaya kemandirian setelah masa tanggap darurat berakhir.

Program bantuan kemanusiaan bertajuk Spiritual Terapi “peusijuek jiwa” ini merupakan kolaborasi Laziskahmi dengan Dewan Dakwah Lhokseumawe, Komunitas Topung Indonesia, Griya Sehat Abutok serta Tandaseru Community. (*)

Exit mobile version