25.9 C
Banda Aceh
BerandaNewsBadan Wakaf KAHMI Aceh Bantu Pemulihan Sumur Rakyat Pascabanjir Longsor

Badan Wakaf KAHMI Aceh Bantu Pemulihan Sumur Rakyat Pascabanjir Longsor

JALANTENGAH I BANDA ACEH — Badan Wakaf KAHMI Aceh melalui Laziskahmi menyalurkan bantuan pemulihan sumur rakyat bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Program ini difokuskan pada pembersihan, perbaikan, dan normalisasi sumur agar kembali layak digunakan, menyusul rusaknya sumber air bersih akibat bencana.

Di sejumlah titik, relawan bersama warga terlihat bergotong royong menyedot lumpur dan material sisa banjir dari sumur-sumur rumah tangga maupun fasilitas umum, seperti mesjid, sekolah dan meunasah. Upaya ini dinilai krusial karena air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak pascabencana, terutama untuk keperluan minum, memasak, dan sanitasi.

Ketua Badan Wakaf KAHMI Aceh, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar wakaf produktif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. “Bantuan pemulihan sumur rakyat ini kami berikan agar warga bisa segera kembali beraktivitas normal. Air bersih adalah fondasi kesehatan dan martabat hidup. Wakaf harus hadir di saat paling dibutuhkan,” ujar Dayyan, Sabtu (10/1/2026).

Relawan Laziskahmi bersama masyarakat bekerja membersihkan sumur mesjid Pantai Tinjau Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. (Foto: jalantengah)

Selain mempercayakan Laziskahmi yang sangat konsisten dengan program nyata keummatan, menurut Dayyan, program ini juga mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat setempat agar proses pemulihan berjalan cepat dan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya memperbaiki fisik sumur, tetapi juga mendorong perawatan bersama. Semangat gotong royong menjadi kunci,” tambahnya.

Bantuan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara disambut baik oleh warga. Sejumlah keluarga maupun pengelola fasilitas umum menyampaikan rasa lega karena akses air bersih yang sempat terhenti kini mulai pulih. “Sejak banjir, sumur kami penuh lumpur. Dengan bantuan ini, air sudah bisa dipakai lagi,” kata seorang warga penerima manfaat.

Pemerhati lingkungan setempat, Yono, menilai langkah Badan Wakaf KAHMI Aceh bersama Laziskahmi relevan dengan pemulihan berbasis ekologi, karena mengurangi ketergantungan air kemasan dan mempercepat adaptasi warga pascabencana. Kedepan, Badan Wakaf KAHMI Aceh berencana memperluas program serupa ke wilayah rawan bencana lainnya di Aceh, seiring penguatan tata kelola wakaf yang responsif terhadap krisis lingkungan. (*)

Sponsor

explore more