JALANTENGAH I TAMIANG — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Kahmi (Laziskahmi) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Untuk kedelapan kalinya, Laziskahmi bekerja sama dengan Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) daerah Lhokseumawe menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di wilayah Tamiang, Jum’at (2/1/2026).
Kegiatan penyaluran bantuan ini terlaksana berkat dukungan para donatur muslimah asal Buton yang bermukim di Amerika Serikat, yang secara konsisten mempercayakan Laziskahmi dan Forhati sebagai penyalur amanah kemanusiaan mereka. Meski ditengah hujan deras, tidak menyurutkan semangat relawan dalam menunaikan amanah donatur.
Bantuan yang disalurkan meliputi selimut, matras, kompor gas, sajadah, bantal, paket sembako serta kebutuhan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan para penyintas untuk menunjang kehidupan sehari-hari pascabencana. Total bantuan hampir mencapai 1 Ton, disalurkan langsung kepada warga di sejumlah titik dengan melibatkan relawan agar bantuan tepat sasaran.
Presidium Forhati Daerah Lhokseumawe, Lindawati MA, didampingi Fatimah Ramli selaku sekretarisnya, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berupaya hadir tidak hanya sekali, tetapi terus mendampingi masyarakat hingga mereka benar-benar pulih. Ini adalah penyaluran kedelapan du wilayah Aceh Tamiang, dan InsyaAllah bukan yang terakhir,” ujar Linda.
Salah seorang penyintas penerima manfaat, Ibu Rahma, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selimut dan matras membantu kami beristirahat lebih layak, dan kompor sangat kami butuhkan untuk memasak. Terima kasih kepada para donatur dan relawan yang sudah peduli dengan kondisi kami,” tuturnya dengan haru.
Forhati sebagai mitra kegiatan juga menegaskan pentingnya solidaritas lintas wilayah dan negara dalam aksi kemanusiaan. Dukungan dari muslimah Buton di Amerika Serikat menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas geografis.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Laziskahmi dan Forhati berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta menguatkan semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan. (*)










