JALANTENGAH I LHOKSEUMAWE — Wajah haru tak bisa disembunyikan dari raut Subhan saat diminta memberikan testimoni dihadapan pimpinan Yayasan Islamic Relief dan Baitul Mal Lhokseumawe serta puluhan tamu undangan pada acara serah terima rumah layak huni (HORF-3), di Gampong Blang Crum, Lhokseumawe, Sabtu (3/1/2026).
Pengakuannya, rumah yang kini ia tempati bukan sekadar bangunan berdinding kokoh, tetapi simbol perubahan hidup dan meningkatnya martabat keluarganya setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang tidak layak huni.
Subhan merupakan satu dari 50 penerima manfaat program rumah layak huni yang diserahkan secara resmi pada hari ini. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Islamic Relief, Baitul Mal Lhokseumawe, maupun donatur lainnya, yaitu Laziskahmi, yayasan Abulyatama dan komunitas S3 yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang aman dan nyaman.
“Dulu kalau hujan kami selalu khawatir, atap bocor dan dinding sudah rapuh. Sekarang Alhamdulillah, kami bisa tinggal dengan tenang dan lebih percaya diri,” ujar Subhan haru dengan suara bergetar.
Rumah baru berwarna putih dengan atap biru itu bukanlah rumah bantuan biasa, meski sekilas tampak sederhana namun bersih dan kokoh dengan desain khusus tahan gempa. Kehadiran rumah layak huni ini membawa dampak besar bagi kehidupan Subhan dan keluarganya, tidak hanya dari sisi fisik tempat tinggal, tetapi juga secara sosial dan psikologis.
Ia mengaku merasa lebih dihargai dan memiliki semangat baru sekarang untuk bekerja serta membangun masa depan keluarganya.
“Selama ini saya selalu dipandang sebelah mata dalam lingkungan masyarakat, saya seperti tidak punya harga diri dengan kondisi saya, sekarang Alhamdulillah martabat keluarga saya terasa terangkat”, ungkap Subhan dengan mata berkaca.
Acara penyerahan rumah berlangsung dengan khidmat. Dihadiri langsung CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Sudirja, Dewan Pengawas Yayasan Islamic Relief, koordinator Islamic Relief Aceh, Yusrizal Puteh, Wali Kota Lhokseumawe, Ketua Baitul Mal serta penerima manfaat.
Para penerima manfaat tampak bahagia duduk berdampingan sambil memegang papan tanda bantuan berlogo Islamic Relief, menjadi saksi perubahan hidup yang mereka alami.
Program rumah layak huni ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat kurang mampu. Bagi Subhan, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan materi, melainkan titik balik yang mengangkat kembali martabat keluarganya sebagai manusia yang berhak hidup layak.
“Semoga apa yang kami rasakan hari ini juga bisa dirasakan oleh keluarga lain yang masih membutuhkan,” tutup Subhan penuh harap. (*)










