25.9 C
Banda Aceh
BerandaPelatihan308 Fasilitator Pembelajaran Mendalam Di-TOT-Kan, Dr. Yudi Herman: Tidak Ada Kurikulum Baru

308 Fasilitator Pembelajaran Mendalam Di-TOT-Kan, Dr. Yudi Herman: Tidak Ada Kurikulum Baru

JALANTENGAH.CO I BANDA ACEH – Dipastikan tidak ada kurikulum baru dimasa Menteri Pendidikan sekarang. Deep Learning itu bukan kurikulum, tapi pendekatan pembelajaran agar siswa mendapat dampak dari apa yang dipelajari lewat pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menyenangkan.

Hal itu ditegaskan Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh, Dr. Yudi Herman saat membuka Training of Trainer (TOT) bagi 308 Fasilitator Pembelajaran Mendalam di Banda Aceh, Senin (14/7/2025).

Menurut Yudi, Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran menawarkan berbagai manfaat, terutama dalam konteks pendidikan dan perkembangan individu.

“Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemandirian”, ujarnya.

Selain itu, pembelajaran mendalam juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perubahan.

Para Fasilitator Pembelajaran Mendalam yang mengikuti Training of Trainer mulai hari ini, 14 Juli hingga 20 Juli 2025 nantinya merupakan representasi dari daerah Kabupaten/Kota masing-masing, yang akan bertugas melatih guru-guru di sekolah sasaran masing-masing daerah.

“Anda bukan hanya petugas fasilitator pembelajaran mendalam, anda yang dipilih dari seribuan pendaftar hendaknya menjadi agen pengubah masa depan pendidikan yang lebih baik, khususnya di Aceh,” harap Yudi memotivasi.

Dilaporkan sebanyak 308 peserta calon Fasilitator Deep Learning dari 23 Kab/Kota di Aceh mengikuti pelatihan ini selama tujuh hari kerja. Peserta dibagi dalam 12 kelas pelatihan secara paralel, yang tersebar di enam lokasi terpisah

Setiap kelas akan dibahani oleh Narasumber yang telah mendapatkan pelatihan serupa di Jakarta. “Bahkan satu Narasumber kita, Sarlivanti (guru Sukma Lhokseumawe: red) sudah belajar Deep Learning langsung ke Australia, ini kesempatan kita untuk saling belajar demi pendidikan Aceh lebih maju”, sebut Jhon Abdi, Plt Kacabdin Aceh Besar yang juga Narasumber PM. (*)

I Laporan: F.Saidina

Sponsor

explore more