JALANTENGAH I LHOKSUKON – Pembangunan rumah layak huni (RLH) program “Baiti Jannati – 003” Laziskahmi yang mulai dikerjakan pada Mei 2026 lalu di Baktya Barat, Kabupaten Aceh Utara terpaksa dihentikan sementara akibat kekosongan material semen di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Informasi kekosongan semen tersebut disampaikan Muzakkir, relawan Laziskahmi yang ditugaskan untuk mengawasi dan mendampingi proses pembangunan rumah bantuan layak huni alumni bantu alumni, Selasa (9/6/2026).
“Benar, dalam beberapa hari ini stok semen di semua toko bangunan di Sampoinet kosong”, kata Muzakkir.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pengerjaan bangunan belum dapat dilanjutkan hingga material kembali tersedia.

Pantauan di lokasi, pembangunan rumah yang telah memasuki tahap pemasangan dinding dan plesteran itu masih menyisakan sejumlah pekerjaan penting yang membutuhkan pasokan semen dalam jumlah cukup. Para pekerja terpaksa menghentikan aktivitas sambil menunggu distribusi material kembali normal.
Sementara itu salah seorang pemilik toko bangunan mengatakan bahwa keterlambatan pasokan semen dipengaruhi tingginya kebutuhan material untuk berbagai proyek pemerintah yang sedang berjalan di daerah, seperti rumah bantuan pasca banjir.
Program Baiti Jannati merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dan solidaritas alumni HMI melalui Laziskahmi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat. (*)